Sejarah Desa Jali (Pohon Jali Yang Fenomenal)

Dahulu kala nama Desa Jali diambil dari nama tanaman yang serupa dengan tanaman jagung, Jali (Coix lacryma-jobi L.), merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian (serealia) tropika dari suku padi-padian atau Poaceae. Yang tumbuh subur di tanah kosong yang sekarang sudah punah di Desa Jali dan masih ada di daerah – daerah tertentu.

Pada zaman pemerintahan Belanda Desa Jali merupakan target serangan yang mana Desa Jali banyak tokoh-tokoh dan masyarakatnya memgang prinsip religius yang sudah tertanam di jiwa warga Desa Jali, sehingga dianggap nilai juangnya tinggi, para tokoh yang terkenal pada zaman itu adalah KH. Muhammad Nur, KH. Amir  Zadi, KH. Mohammad Rois dan tokoh-tokoh berpengeruh lainnya di Desa Jali.

Desa Jali terdiri dari 3 dukuh yaitu Dukuh Kradenan, Dukuh Krajan dan Dukuh Nglegok. Ada 4 Rukun Warga (RW) yag di dalamnya Terdapat 29 Rukun Tetangga (RT). Sampai saat ini sudah pernah ada pergantian Kepala Desa Jali sebanyak 9 kali kepemimpinan diantaranya:

  1. Kepala Desa Surodiwiryo
  2. Kepala Desa H. Jaelani dan Suryat Sebagai Sekdesnya
  3. Kepala Desa Sahuri (…………. – 1962)
  4. Kepala Desa dari Pemerintah Belanda (Kolonial) karena terjadi Pengasingan Kades Sahuri,
  5. Kepala Desa Sahuri(kembali dari pengasingan sampai 1962)Suryat Sebagai Sekdesnya
  6. Kepala Desa H. Nasokha (1962-1987)dan Ymt/PJ. Subakir sebagai sekdes
  7. Kepala Desa AbdurrohimTahun (1988 -1997) dan Ymt/PJ Subakir Sebagai Sekdesnya
  8. Kepala Desa Muntafiin Tahun ( 1998- 2007)dan Ymt/PJ Subakir sebagai Sekdesnya.
  9. Tahun ( 2007-2008) Plt. Kepala Desa M. Arsyad dan Ymt/PJ Subakir sebagai Sekdesnya.
  10. Kepala Desa Ainur Rofiq Tahun ( 2008-2014) dan Plt. M. Arsyad sebagai Sekdesnya.
  11. PJ Kepala Desa Tri Surono Tahun ( 2014-2016) dan M. Arsyad sebagai Plt. Sekdesnya.
  12. Kepala Desa Mustafid Tahun ( 2016-2022) dan Ahadun Sekdesnya.

 

Desa Jali merupakan desa yang mayoritas penduduknya adalah bekerja sebagai petani dan sebagian yang lain menjalakan kehidupan ekonominya dengan berdagang dan beternak yang mana sesuai dengan data dilihat dari potensi yang ada. Untuk itu banyak upaya dari pemerintah Desa Jali untuk mengangkat dan mengembangkan suatu potensi pembangunan baik sarparas, Ekonomi, perdagangan, Peningkatan SDM dan lain-lian di masyarakyat Desa Jali yang mana kondisinya dibawah pertumbuhan yang kurang maksimal dan dibawah taraf perkembangan. Sehingga perlu ditingkatkan pertumbuhan di semua bidang tersebut dengan upaya untuk memajukan taraf hidup masyarakat Desa Jali yang lebih baik dan Amanah sesuai dengan cita – cita Kepala Desa Jali dalam Visi dan Misinya.

Ini merupakan suatu pemikiran yang harus di munculkan bentuk final untuk mengembangkan pembangunan rakyat lewat sektor-sektor yang ada. Langkah-langkah yang diambil adalah “bagaimana memberdayakan masyarakat untuk kesejahteraan dan pertumbuhan taraf kehidupan masyarakat  yang stabil”.